Tertibkan Bagan di Danau Singkarak, Gubernur Sumbar Minta Perluas Kawasan Reservat

Rabu, 23 November 2022 22:21 WIB

Share
Foto Dinas Kominfotik Pemprov Sumbar
Foto Dinas Kominfotik Pemprov Sumbar

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, terus berupaya melestarikan populasi Ikan Bilih, yang merupakan ikan endemik di Danau Singkarak, yang jumlahnya makin berkurang setiap tahun. Karena itu, Pemprov akan menertibkan penggunaan jaring angkat atau bagan. 

Hal itu terungkap dalam Rapat Penyelamatan Ikan Endemik Danau Singkarak bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Kepala Kesbangpol, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Balitbang, serta beberapa jajaran Forkopimda terkait di Ruang Rapat Istana Gubernuran, Selasa (22/11/2022).

Kepala DKP Desniarti mengungkapkan, keberadaan bagan atau jaring angkat menggunakan jala rapat merupakan faktor pemicu menurunnya populasi Ikan Bilih di Danau Singkarak. 

Ia melaporkan, rekap data pemilik bagan dan jumlah bagan yang berada di Kabupaten Solok dan Tanah Datar berdasarkan hasil identifikasi dari wali nagari per tanggal 17 November 2022.
Terungkap pemilik bagan berjumlah sebanyak 206 orang sedangkan jumlah bagan sebanyak 317 unit. 

Desniarti menyebut, pemilik bagan pada umumnya merupakan masyarakat setempat salingka Danau Singkarak dan bukan investor dari luar kabupaten/kota. 

"Bagan dioperasikan pada malam hari dengan 4 kali panen dalam semalam  dengan hasil panen Ikan Bilih 50-80 kilogram per unit bagan. Jika bagan beroperasi sebanyak 317 unit, maka hasil panennya 15.850 – 25.360 kilogram per hari," ungkapnya.

 

 

Dalam laporannya, Desniarti juga mengungkapkan, jenis jaring angkat yang mengancam kelestarian Ikan Bilih tersebut, menggunakan mata jaring yang sangat rapat sebesar 2 - 4 mm hal tersebut mengakibatkan overfishing, yang dapat mengancam populasi ikan endemik di Danau Singkarak tersebut.

Gubernur Mahyeldi mendukung upaya penertiban bagan tersebut, namun ia juga mengatakan, harus ada upaya dari Pemerintah Provinsi memikirkan mata pencaharian lain dari 206 orang nelayan (pemilik bagan), sehingga pendapatan para nelayan tersebut tidak terganggu. 

Halaman
Reporter: Yusrizal Karana
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar