Nelayan Tak Melaut, Harga Ikan Kering Melambung Tinggi

Minggu, 20 November 2022 15:40 WIB

Share
Foto Humas Pemkab Agam
Foto Humas Pemkab Agam

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID – Harga ikan kering di kawasan Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara merangsek naik. Hal ini dampak sudah hampir sepakan nelayan di daerah itu tidak melaut.

Dari hasil pantauan, Sabtu (19/11/2022), harga ikan kering naik sebesar 20 persen dibanding hari biasanya. Harga jual per masing-masing jenis ikan kering naik kisaran Rp10-20 ribu per kilogram.

Pelaku Usaha Ikan Kering di kawasan Tiku, Rodi Putra mengatakan kenaikan harga ikan kering di Los Ikan Kering Tiku sudah terjadi sejak tiga hari terakhir.

Ia mensinyalir kenaikan harga ikan kering tersebut diakibatkan cuaca buruk yang melanda daerah itu sejak sepekan terakhir.

“Kenaikan harga baru tiga hari terakhir, karena sebelumnya nelayan masih punya stok,” ujarnya.

Ia merinci, ikan kering jenis Kase hari biasa dijual dengan harga Rp40 ribu per kilogram, sekarang Rp50 ribu per kilogram. Garunbu Rp45 ribu per kilogram jadi Rp50 ribu per kilogram.

Kemudian, Bada Putiah kisaran Rp60-70 ribu per kilogram. Bada Balang Rp70 ribu per kilogram. Lalu Tete Rp60 perkilogram.

Semantara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Tanjung Mutiara, Arman membenarkan, dalam satu pekan terakhir hasil tangkapan nelayan di daerah itu mengalami penurunan.

“Hal itu disebabkan ombak di laut yang tinggi, akibatnya nelayan tidak dapat melaut,” ujarnya.(Mit)

Reporter: Admin Local
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar