Kepala PT Pos Payakumbuh: Tersisa 185 dari 5.616 KPM Belum Jemput BLT BBM

Minggu, 18 September 2022 13:36 WIB

Share
Kepala PT Pos Payakumbuh: Tersisa 185 dari 5.616 KPM Belum Jemput BLT BBM
Foto: Dinas Kominfo Kota Payakumbuh

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 5.431 dari 5.616 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Payakumbuh telah menerima alokasi Bantuan langsung Tunai (BLT) akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu. Sebanyak 185 KPM belum menjemput BLT BBM nya.

Hal itu, disampaikan Kepala PT. Pos Cabang Payakumbuh Titik Pelita saat dihubungi beberapa waktu lalu. menurutnya, BLT BBM yang telah dicairkan tersebut, berasal dari bantuan sosial yang ada di Kementerian Sosial Republik Indonesia (RI). 

"Sesuai dengan data yang kami peroleh dari Kementerian Sosial, di Kota Payakumbuh terdapat 5.616 KPM yang berhak menerima BLT dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sebanyak 5.431 KPM telah mengambil BLT nya ke kantor kami, sisanya belum mengambil," ungkap Titik Pelita. 

Ia menjelaskan, pihaknya akan menyisir kembali KPM yang belum mengambil haknya.

"Berdasarkan laporan petugas kita dilapangan, sebagian KPM yang belum mengambil, karena tidak sedang berada ditempat, atau sudah pindah, kami sedang cek," jelas Titik sembari mengatakan, kemungkinan akan ada tambahan data KPM penerima bantuan dari dana APBN. 

 

 

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Payakumbuh Irwan Suwandi mengatakan, sumber dana bantuan BLT BBM yang disalurkan PT. Pos murni dana APBN, sementara bantuan sosial dari dana APBD sedang digodok. 

"Sesuai arahan Bapak Presiden yang termaktub dalam peraturan menteri keuangan, daerah diminta mengalokasikan dua persen Dana Transfer Umum (DTU) yang ada di APBD untuk digunakan pada program bantuan bagi masyarakat, akibat kenaikan harga BBM," tutur Irwan saat dihubungi melalui seluler, Sabtu (17/9/2022).

Ia sebut, pihaknya tengah memverifikasi dan validasi (Verval) data warga miskin dan kurang mampu di Kota Payakumbuh yang ada dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk diprioritaskan mendapat bantuan sosial. 

Halaman
Reporter: Edwarman
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar