Dispar Pasaman Barat Sebut Butuh Tiga Tahun Membenahi dan Memajukan Pariwisata

Minggu, 18 September 2022 20:50 WIB

Share
Dispar Pasaman Barat Sebut Butuh Tiga Tahun Membenahi dan Memajukan Pariwisata
Pantai Maligi di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat, Sumbar, Decky H Saputra mengatakan perlu selama tiga tahun membenahi dan memajukan pariwisata di daerah itu yang berbasiskan seni dan budaya.

Hal itu disampaikannya di acara pembentukan Paguyuban Kuda Kepang Pasaman Barat di Latifah Center, Sabtu (17/9/2022). Menurutnya selama 18 tahun Pasaman Barat berdiri belum ada perhatian khusus terhadap sektor pariwisata.

“Belum ada perhatian khusus dalam dunia pariwisata dari pemerintah kita. Bisa kita lihat, puluhan miliar aset pariwisata yang terletak di sejumlah titik destinasi tidak satu pun menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD),” katanya.

Menurutnya Pasaman Barat merupakan daerah yang sangat berpotensi jika benar-benar dilakukan penanganan serius terhadap pariwisata seperti di dukung anggaran yang besar untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat dilangkah awal.

Masyarakat dalam hal ini adalah masyarakat sekitar destinasi wisata yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Kemudian harus didukung dengan regulasi dan aturan untuk pariwisata itu sendiri.

“Tidak ada satu pun objek wisata di Pasaman Barat yang memiliki izin. Tentu bagaimana kita mengutip retribusi, disamping itu regulasi terkait itu masih mentah. PAD kita nol dari sektor pariwisata,” ungkapnya.

Ia menerangkan, PAD hanya bisa dihasilkan jika dilakukan penanganan serius dan membuat regulasi atau aturan khusus untuk sektor pariwisata itu sendiri, belum lagi permasalahan seni dan budaya yang belum terakomodir dengan baik.

“Pasaman Barat ini memiliki segala nya seperti memiliki budaya tiga etnis, gunung tertinggi (Talamau), bukit (untuk paralayang), sungai, danau dan laut. Namun semua aturan tanggung, regulasi pun belum ada yang mengatur, gimana ada PAD, jika lintas sektor saja belum ada yang mau duduk bersama hingga saat ini,” terangnya.

Sementara saat ini kata dia, Dinas Pariwisata fokus meningkatkan SDM Pokdarwis dan para penggiat seni budaya yang sudah mulai dibentuk per nagari. Sedangkan Pokdarwis ini berada pada titik objek wisata yang dianggap berpotensi.

Misal Pokdarwis Salingka di Sunuruik yang menyajikan view hamparan sawah dan puncak talamau dari puncak ketinggian, Pokdarwis di Maligi yang menyajikan panorama pantai dan kerbau liar.

Halaman
Reporter: Admin Sumbar
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar