Kendalikan Inflasi, Pemko Payakumbuh Galakkan Tanaman Pangan Cepat Panen

Sabtu, 17 September 2022 14:44 WIB

Share
Foto: Dinas Kominfo Kota Payakumbuh
Foto: Dinas Kominfo Kota Payakumbuh

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menggalakan gerakan tanam cabe dan tanaman pangan cepat panen, di kelompok masyarakat dalam rangka pengendalian inflasi di Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Bunda di Lingkungan Taruko, Kelurahan Ikua Koto Dibalai, Kecamatan Payakumbuh Utara, Jum'at (16/9/2022).
 
Kegiatan tersebut, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Rida Ananda, Asisten II Elzadaswarman, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Edvidel Arda, Anggota DPRD Mustafa, Camat Joni Parlin, Kabag Perekonomian Arif Siswandi, lurah, dan tamu undangan.

Ketua KWT Karya Bunda Yasmita dalam sambutannya mengatakan, KWT Ini berdiri tahun 2018 dengan jumlah anggotanya 30 orang aktif. Baru-baru ini mereka mendapat bantuan Rp55 juta yang dipergunakan untuk membenahi rumah bibit KWT.

"Juga ada bantuan untuk tahap pengembangan sebesar Rp15 juta yang dalam perjalanannya dipergunakan membuat rumah bibit, kelengkapan demplot, pekarangan anggota, dan pasca panen. Hasil panen bisa dikonsumsi anggota, hasil demplot dijual, bahkan menantu saya membawanya untuk dijual ke Batam," tuturnya.

Kemudian Kepala Dinas Ketahanan Pangan Edvidel Arda juga menyampaikan, kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut strategi pengendalian inflasi, dengan melaunching penanaman cabe dan tanaman pangan cepat panen ini di tingkat KWT dan Dasawisma, bahkan kegiatan tersebut, sudah lama dilakukan sebagai tupoksi Dinas Ketapang.

"Kita memberikan bantuan bibit dan pupuk, termasuk sarana pangan lainnya, bagi lima dasawisma yang direkomendasikan oleh TP.PKK Kota Payakumbuh, yang terbaik pada 2021," ucap Edvidel.

 

 

Ia menjelaskan, bantuan bagi KWT sudah diberikan kepada 11 KWT, terdiri dari tujuh KWT pengembangan dan empat KWT penumbuhan dengan anggotanya masing-masing 30 orang. Mereka wajib membuat rumah bibit di kelurahan masing-masing dan memproduksi sebanyak 10.000 bibit yang akan didistribusikan kepada 30 anggota dan tetangga di lingkungannya.

"Setiap anggota wajib menanam di 75 polibag. Ada bibit cabe, seledri, selada, tomat, bawang, maupun bawang prei. Manfaatnya sangat dirasakan KWT, menjaga ketersedian pangan di masing-masing keluarga, serta mempermudah akses pangan. Kalau ditanam sayuran, maka aman pangannya, karena yang dipakai untuk pupuk adalah kompos, tanpa adanya pestisida," jelas Edvidel. 

Sementara itu Sekretaris Daerah Rida Ananda dalam arahannya mengatakan, inflasi akibat kenaikan harga BBM cukup tinggi sekitar 7 persen, saat ini pemerintah bergerak bersama masyarakat mulai dari ASN di dinas, camat, hingga sekolah bagaimana tanaman pangan cepat panen ditanam di pekarangan rumah-rumah.

Halaman
Reporter: Edwarman
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar