Banyak Penjahat, Pendeta Saifuddin Larang Orang Masuk Kristen

Rabu, 10 Agustus 2022 19:00 WIB

Share
Banyak Penjahat, Pendeta Saifuddin Larang Orang Masuk Kristen
Foto Ist/Viva

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Pendeta Saifuddin Ibrahim mengungkapkan kekecewaannya selama menjadi pemeluk Agama Kristen. Melalui sebuah video yang ia rekam dan beredar di media sosial, ia menyebut bahwa di internal Kristen banyak pencuri dan penjahat.

Pernyataan ini sontak membuat netizen heboh. Pasalnya, Pendeta Saifuddin sendiri merupakan seorang murtad yang kini menjadi pendeta. Tak hanya itu, ia juga amat membenci ajaran Islam dan seringkali mencaci Nabi Muhammad SAW.

Biasanya Pendeta Saifuddin Ibrahim kerap meninggikan citra Agama Kristen, namun kini sebaliknya, ia bahkan melarang orang untuk masuk Kristen. Dikutip sumbar.poskota.co.id dari laman Poskota.co.id.

Saifuddin Ibrahim mengaku pernah ditipu oknum dari agama Kristen, hal tersebut ia sampaikan sembari melarang orang masuk Agama Kristen, agama yang ia anut saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Saifuddin Ibrahim, kemudian videonya diunggah oleh akun twitter @Subur0204, sebagaimana dilansir Rabu (10/8/2022).

"Saudara-saudara nggak usah masuk kristen! Di kristen saja banyak sekali yang menyakitkan hati saya!,” ujar Pendeta Saifuddin dalam video itu.

Kemudian, Pendeta Saifuddin Ibrahim menceritakan pengalamannya, ia mengaku barang-barang miliknya di gereja diambil anak rohani.

"Bayangkan alat-alat di gereja saya ini yang baru saya beli, diambil anak rohani saya, si Yopi Nobrin, kerjasama, dibawa ke Yayasan Betesda katanya,” ujar Pendeta Saifuddin melanjutkan.

“Dua hari diangkut alat-alat itu, di Kristen sudah banyak jahat! Nggak usah masuk Kristen, karena orang-orang di Kristen saja sudah banyak yang jahat,” ujar Pendeta Saifuddin melanjutkan.

Sampai saat ini belum ditemukan respons dari tokoh-tokoh Agama Kristen tentang pernyataan Pendeta Saifuddin Ibrahim itu.(*)

Reporter: Yusrizal Karana
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar