Bappeda Payakumbuh Lakukan Kerjasama Penelitian dengan Poltekkes Padang

Rabu, 3 Agustus 2022 12:09 WIB

Share
Bappeda Payakumbuh Lakukan Kerjasama Penelitian dengan Poltekkes Padang
Foto: Dinas Kominfo Kota Payakumbuh

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Dalam rangka penelitian dan pengembangan bidang sosial dan kependudukan, Bappeda Kota Payakumbuh melakukan kerjasama penelitian dengan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Padang (Poltekkes Kemenkes Padang).

Prodi D3 Kebidanan Bukittinggi membahas tentang: "Analisa Determinan dan Pengaruh Model Pemberdayaan Perempuan Budaya Minangkabau dalam pencegahan Stunting" yang dilaksanakan di Aula Kantor Bappeda Kota Payakumbuh, Selasa(2/8/2022).

Kepala Bappeda Kota Payakumbuh Yasrizal mengatakan, penanganan stunting menjadi prioritas penting pemerintah yang telah diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 72 tentang: Percepatan Penurunan Stunting. Namun, dalam upaya mengatasi masalah stunting bukan hanya tugas pemerintah, namun kolaborasi dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan upaya percepatan penurunan stunting nasional. 

"Kami menyambut baik kolaborasi dan penelitian yang telah dilakukan oleh Poltekkes Padang dalam melakukan penelitian tentang "Analisa Determinan dan Pengaruh Model Pemberdayaan Perempuan Budaya Minangkabau dalam pencegahan Stunting", agar dapat memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang isu stunting," tutur Yasrizal. 

Pihaknya berharap kemitraan dan inisiatif seperti ini tidak hanya tiga tahun seperti apa yg telah disampaikan oleh Poltekkes Padang karena keberlanjutan lah yang penting untuk terus mengedukasi tentang pencegahan stunting di masyarakat.

Dalam kesempatan itu Peneliti Poltekkes Padang Siti Khadijah mengatakan, stunting masih menjadi salah satu permasalahan yang menghalangi potensi optimal anak-anak sebagai penerus generasi Bangsa Indonesia. Tiga dari 10 anak Indonesia diperkirakan mengalami stunting pada 2021.

Ia menjelaskan, meskipun hasil survei status gizi menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun, namun jumlah anak stunting sangat bervariasi antar daerah dan masih dikategorikan sebagai masalah kesehatan masyarakat berat menurut ambang batas WHO yaitu 20 persen.

Untuk itu, berbagai strategi nasional telah ditetapkan pemerintah sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Peraturan Presiden Nomor 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting dengan target penurunan hingga 14 persen pada 2024.

"Upaya dari berbagai pihak, termasuk penyusunan materi edukasi, penting dilakukan untuk mempersiapkan Generasi Emas Indonesia pada tahun 2045," tutur Siti Khadijah. 

Ia menjelaskan, Penanganan Stunting di Kota Payakumbuh memerlukan koordinasi dan keterlibatan antar lima elemen yang disebut pentahelix yaitu pemerintah pusat dan daerah, akademisi atau perguruan tinggi, sektor swasta, masyarakat atau kelompok komunitas, serta media. 

Halaman
Reporter: Edwarman
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar