Kemendikbudristek Dukung Wacana Bahasa Daerah dan Program Tahfidz Masuk Muatan Lokal

Selasa, 2 Agustus 2022 20:27 WIB

Share
Kemendikbudristek Dukung Wacana Bahasa Daerah dan Program Tahfidz Masuk Muatan Lokal
Foto: Dinas Kominfo Kabupaten Limapuluh Kota

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) sangat mendukung wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota menjadikan bahasa daerah dan program Tahfidz masuk dalam kurikulum muatan lokal.

Hal ini disampaikan Sekretaris BSKAP Suhadi, S.Pd., M.T., ketika menerima audiensi dan konsultasi Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang dipimpin langsung Bupati Safaruddin didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indrawati beserta jajaran, Senin (1/8/2022).

Suhadi mengatakan, bahwa kedua program yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota tersebut dinilai sesuai dengan peraturan dan kurikulum merdeka belajar, dimana pelaksanaan kurikulum sangat memperhatikan dan sesuai karakteristik satuan pendidikan.

"Satuan pendidikan sangat memungkinkan ditambahkan sesuai karakteristik melalui tiga pilihan yaitu mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran, mengintegrasikan ke dalam tema projek penguatan profil pelajar pancasila atau mengembangkan mata pelajaran yang berdiri sendiri," tutur Suhadi.

Dalam kesempatan itu Bupati Safaruddin menjelaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota berkomitmen mencetuskan bahasa daerah dan program Tahfidz menjadi salah satu muatan lokal pendidikan.

"Jika peran strategis Pemkab mengembangkan program Tahfiz Qur'an serta melestarikan bahasa dan sastra Minangkabau tentu akan menjadi faktor pendorong terwujudnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berbudaya dan berdaya saing berlandaskan keimanan," jelasnya. 

Ia sebut, perhatian besar Pemkab Limapuluh Kota terhadap keberlangsungan budaya alam Minangkabau yang dipadu-padankan dengan program Tahfidz ini akan membantu mensukseskan visi Kabupaten Lima Puluh Kota dalam mewujudkan Limapuluh Kota yang tidak hanya Madani tetapi juga beradat dan berbudaya.

"Muatan lokal berupa bahasa daerah dan sastra minangkabau adalah pembentuk karakter mental dan nilai-nilai unggul pada siswa di tengah derasnya pengaruh nilai-nilai asing yang terintroduksi melalui kemajuan teknologi informasi," sebut Safaruddin. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indrawati menyampaikan, untuk mendukung visi dan misi daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus berupaya menyelaraskan pendidikan dengan menjaga kearifan lokal yang dipadankan dengan program Tahfiz. Ia menjelaskan, sesuai arahan Bupati, muatan lokal telah disepakati dan disesuaikan dengan visi misi kepala daerah terkait program tahfiz dan budaya alam minangkabau( BAM). 

"Kita akan mengajukan pembuatan surat keputusan bupati tentang muatan lokal dan Kita akan godok aturan tentang Budaya Alam Minangkabau serta Program Tahfidz Al Qur'an dan setelah itu baru kita launching muatan lokal tersebut bersama Kepala Pusat Kurikulum Kemendikbud," ucapnya. 

Halaman
Reporter: Edwarman
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar