Gubernur Sumbar Letak Batu Pertama Mesjid Al Minangkabauwi Tangerang

Minggu, 31 Juli 2022 12:30 WIB

Share
Gubernur Sumbar Letak Batu Pertama Mesjid Al Minangkabauwi Tangerang
Foto Dinas Kominfotik Pemprov Sumbar

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengapresiasi kekompakan dan solidaritas para perantau di Kampung Pembaruan, Desa Panongan, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang yang secara bersama-sama membangun Mesjid Al-Minangkabauwi.

Peletakan batu pertama pembangunan mesjid dengan desain nan megah tersebut dilakukan oleh Gubernur Mahyeldi, Sabtu (30/7/2022). 

Acara itu disaksikan Sekda Kabupaten Tangerang Mohammad Maesal Rasyid, Ketua DPP IKM M. Adnas, Sekjen DPP IKM Yemmelia, dan Ketua DPC IKM kabupaten Tangerang Irwan Sauni. 

Turut mendampingi gubernur, Kepala Biro Pemerintahan, Doni Rahmat Samulo, dan Kepala Kantor Penghubung Provinsi Sumatera Barat Aschari Cahyaditama.

Gubernur mengatakan, sinergi potensi ranah dan rantau memang harus diperkuat dalam rangka menunjang pembangunan daerah. Apalagi potensi rantau sangat besar dan peran perantau sangat berarti untuk pembangunan Sumatera Barat.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat saya mengucapkan selamat dan terimakasih pada para perantau mau pun yang di ranah yang telah mendukung sehingga bisa menghadirkan Mesjid Al Minangkabauwi. Diharapkan mesjid yang dibangun bisa menguatkan nilai-nilai Islam untuk kita semua,” ujar gubernur.

Ia berharap, dengan sinergi semua pihak, pembangunan Mesjid Al-Minangkabauwi ini bisa segera tuntas dalam waktu tidak terlalu lama sehingga bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

Sebelumnya, Ketua DPP IKM M. Adnas, menyampaikan terimakasih atas kesediaan gubernur untuk hadir dan meletakkan batu pertama pembangunan masjid yang sudah lama dirindukan masyarakat  Kampung Pembaruan, Desa Panongan.

"Saya juga menyampaikan terimakasih pada semua dunsanak perantau Kampung Pembaruan, Desa Panongan, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang yang dengan tulus ikhlas membangun mesjid bersama," ujarnya. 

Ini, katanya, merupakan wujud kekompakan para perantau untuk ikut membangun, tidak saja kampung halaman, tapi juga di rantau. (mit)

Reporter: Admin Local
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar