Harga Cabai di Bukittinggi Makin Pedas, Rp120 Ribu/Kilogram

Minggu, 26 Juni 2022 11:00 WIB

Share
Harga Cabai di Bukittinggi Makin Pedas, Rp120 Ribu/Kilogram
Ilustrasi tanaman cabai

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Curah hujan yang mengguyur Sumatera Barat dengan intensitas tinggi belakangan ini, berimbas pada harga cabai. Kok bisa? Ternyata banyak petani gagal panen, karena tanaman cabainya tiba-tiba membusuk dan daunnya keriting.

Yelli Rosi, seorang petani  cabai menjelaskan, harga komoditi yang rasanya pedas ini mencapai Rp120 ribu per kilo gram. 

"Kalau membeli ke petani harganya Rp105 ribu sampai Rp110 ribu," ujar warga Sungai Tanang itu, Minggu (26/6/2022). 

Ia menjelaskan, curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanaman cabai banyak yang busuk. 

Di beberapa tempat, katanya, daun tanaman cabai tersebut, bahkan menjadi keriting.

Ia menduga, hal ini disebabkan perubahan cuaca secara tiba-tiba, dari musim panas ke musim hujan. Akibatnya, tanaman cabai tidak tumbuh dengan baik dan petani pun akhirnya gagal panen. 

Di Pasar Padang Luar, Kabupaten Agam, pasokan cabai juga mengalami penurunan secara drastis. 

Para "pakang" sayur, sejak subuh menunggu pasokan cabai dari petani yang hendak menjual hasil tanamannya. 

Namun hingga pukul 08.30 WIB, hanya beberapa petani yang membawa cabai ke pasar tersebut. 

Kurangnya pasokan cabai dari petani, membuat harga di tingkat eceran menjadi mahal. Bahkan di Kota Bukittinggi menjadi daerah dengan harga cabai termahal di Sumbar.

Halaman
Reporter: Yusrizal Karana
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar