Menteri LHK Siti Nurbaya Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan Unibraw Malang

Sabtu, 25 Juni 2022 17:44 WIB

Share
Menteri LHK Siti Nurbaya Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan Unibraw Malang
Siti Nurbaya saat menyampaikan orasi ilmiahnya (Foto Humas Unibraw)

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan pada Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang dalam Sidang Terbuka Senat Akademik, Sabtu (25/6/2022). 

Sidang terbuka itu dihadiri Rektor UB Nuhfil Hanani, Menteri Agraria dan Tata Ruang Hadi Tjahjanto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan Profesor Kehormatan Ginandjar Kartasasmita mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD). 

Siti Nurbaya menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Inovasi Tata Kelola Lingkungan Hidup dan Kehutanan.”

Dalam orasi ilmiahnya, Siti Nurbaya menyampaikan kebaharuan (novelty) tentang Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, dengan memberikan target pembangunan yang sangat fokus.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah pembangunan sektor kehutanan, seluruh program kegiatan memiliki indikator dan satuan volume ukur yang sama, yaitu CO2e," kata Siti.

Ia menjelaskan, target kinerja sebelumnya menggunakan berbagai satuan, seperti hektare, meter persegi, ton, dan rupiah.

Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 juga mendorong kinerja sektor kehutanan menuju target pembangunan yang sama, yaitu tercapainya tingkat emisi GRK sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030.

"Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dilaksanakan melalui pendekatan terstruktur dan sistematis, dikembangkan dengan pendalaman hubungan kausalitas antar kebijakan menghadapi tantangan global pengendalian perubahan iklim," katanya.

Sehingga, lanjutnya, Indonesia dapat memberikan contoh kejujuran bahwa komitmen bukan hanya sekedar janji yang digaungkan semata, tetapi betul-betul bekerja dalam komitmen yang sudah dilaksanakan.

Ia menambahkan, ada tiga pijakan dasar utama yang menjadi modalitas kerja Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yaitu Sustainable Forest Management, Environmental Governance, dan Carbon Governance.

Halaman
Reporter: Admin Local
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar