BNN Gelar Talkshow, Wagub Audy Minta Korban Narkoba Pisahkan dengan Pengedar

Sabtu, 25 Juni 2022 14:26 WIB

Share
BNN Gelar Talkshow, Wagub Audy Minta Korban Narkoba Pisahkan dengan Pengedar
Foto Dinas Kominfotik Pemprov Sumbar

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Korban penyalahgunaan narkoba tidak semestinya disatukan dengan pengedar dalam satu sel yang sama, karena penanganan korban membutuhkan rehabilitasi, sedangkan pengedar membutuhkan efek jera. 

Hal itu diutarakan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, saat didapuk sebagai narasumber pada acara Talkshow yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) di Transmart Padang Jumat (24/6/2022). 

Selain itu, juga Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Lila Yanwar, Ditrensnarkoba Polda Sumbar AKBP Budi Siswono, Kasi Narkotika dan Zat Adiktif Kejati Sumbar Adhi Setyo Prabowo, dan Sekretaris Ikatan Psikologi Klinis Sumbar Neny Andriani.

Dalam pemaparannya Wagub Audy menyebut, salah satu alasan masih tingginya angka penyalahgunaan narkoba, karena kurangnya edukasi dan pemahaman terhadap bahaya penyalahgunaan dan pengedaran narkoba. 

Karena itu, tindakan preventif pun diperlukan sebagai langkah pemutusan rantai pengedaran yang berimbas menghilangkan suplai dan demand.

“Tindakan preventif pun perlu dilakukan dalam masyarakat. Ketika orang sudah mengerti risiko dan bahaya narkoba, maka para pengedar pun akan kesulitan mengedarkannya," ungkap wagub. 

Ia menjelaskan, di satu sisi, ini bisa menjadi pemutus rantai agar generasi muda tidak terpengaruh dan self controlling yang dibekali wawasan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika.

Namun di sisi lainnya, kata wagub, mereka yang sudah menjadi korban tidak semestinya disatukan dengan pengedar dalam satu sel yang sama, karena penanganan dan kebutuhan para korban pemakai narkoba membutuhkan rehabilitasi berbeda sehingga mereka bisa berhenti mengonsumsi narkoba. 

Sedangkan para pengedar membutuhkan efek jera yang mengakibatkan mereka berhenti untuk mengedarkan atau pun menggunakan, ulasnya. 

Setuju dengan Wagub, AKBP Budi Siswono menjelaskan, korban harus dibina jangan disatukan dalam satu lapas dengan pengedar, karena kebutuhan penanganan yang berbeda. Korban membutuhkan rehabilitasi dan bandar membutuhkan efek jera agar berhenti.

Halaman
Reporter: Yusrizal Karana
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar