Pemko Payakumbuh Gelar Rakor TPID Bersama Perwakilan BI Provinsi Sumbar

Jumat, 24 Juni 2022 08:26 WIB

Share
Pemko Payakumbuh Gelar Rakor TPID Bersama Perwakilan BI Provinsi Sumbar
Foto: Dinas Kominfo Kota Payakumbuh

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Agar dapat terjaganya fluktuasi harga dari ketersediaan bahan pokok pangan di Kota Payakumbuh menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Payakumbuh bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Barat, Kamis (23/6/2022).

Kegiatan berlangsung di aula pertemuan Randang lantai II Kantor Wali Kota Payakumbuh, Rakor dipimpin Plh. Sekretaris Daerah bersama Kepala Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat Gunawan Wicaksono, Pimpinan Perum BULOG Kantor Cabang Bukittinggi M. Fakri Firdaus dan diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam TPID Kota Payakumbuh.

Plh. Sekretaris Daerah Elzadaswarman diawal sambutannya mengatakan, pasca hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah sampai saat ini, bahkan mungkin sampai menjelang perayaan hari raya Idul Adha 1443 Hijriah perkembangan inflasi memberikan sinyal agak panas.

"Kami berharan peran dari OPD terkait agar dapat ditingkatkan lagi sesuai dengan tipikalnya, sehingga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi serta pengendalian harga bahan pokok pangan tetap pada tingkat yang stabil dan rendah,” ungkap Elzadaswarman yang akrab disapa Om Zed itu. 

Elzadaswarman menjelaskan, Pemko Payakumbuh sebelumnya telah menyusun peta jalan pengendalian inflasi daerah Kota Payakumbuh untuk tahun 2022-2024, dan agar hal ini dapat berjalan sesuai dengan rancangan awal. 

"Diharapkan OPD terkait supaya dapat melaksanakan roadmap pengendalian inflasi yang telah kita susun sesuai dengan fungsi masing-masing OPD," jelasnya. 

Adapun tujuan dari penyusunan peta jalan tersebut sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam menyusun program/kegiatan yan mendukung pengendalian inflasi, tambah Elzadaswarman. 

Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Barat Gunawan Wicaksono turut menyampaikan, jika saat ini pertumbuhan ekonomi Sumbar pada triwulan I tahun 2022 melanjutkan tren pertumbuhan positif sebesar 3,64 persen year on year (yoy) melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh pada level 4,38 persen (yoy) namun lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan I 2021 sebesar -0,15 persen (yoy). Secara whole year 2021, pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat meningkat sebesar 3,29 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 yang kontraksi sebesar -1,62 persen (yoy).

“Dimana Inflasi di Sumbar pada Mei 2022 terutama disumbang oleh komoditas angkutan udara, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan gembolo/ikan aso-aso, dan nasi dengan lauk. Dibandingkan April 2022, inflasi kelompok di Sumbar tercatat mengalami penurunan kecuali pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kelompok transportasi, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang masih mengalami inflasi,” ungkap kepala deputi yang telah menyelesaikan pendidikan S3 nya di Amerika.

Gunawan menjelaskan, secara bulanan inflasi Sumbar pada Mei 2022 berada pada urutan kesatu inflasi tertinggi dari total 10 provinsi di kawasan Sumatra. Secara tahunan, inflasi Sumbar juga berada pada urutan kedua inflasi tertinggi di kawasan Sumatra. 

Halaman
1 2 3 4
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar