Tunggu Legal Opinion, Pemko Bukittinggi akan Kelola Pasar Banto

Minggu, 12 Juni 2022 14:45 WIB

Share
Tunggu Legal Opinion, Pemko Bukittinggi akan Kelola Pasar Banto
Banto Trade Center (Foto: Net)

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi berharap Pasar Banto Trade Center (BTC) dapat terkelola dengan baik, yang bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan, serta memiliki kontribusi sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota.

"Saat ini Pemko Bukittinggi telah meminta legal opinion kepada Kejaksaan Negeri Bukittinggi," ujar Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi usai paripurna di gedung DPRD terkait pandangan sejumlah fraksi mengenai BTC, Kamis (9/6/2022).

Menurut Marfendi, BTC merupakan aset yang perlu diselamatkan. Hal tersebut agar keberadaan BTC bisa memberikan kontribusi positif, baik bagi pemerintahan mau pun bagi masyarakat secara umumnya.

Disampaikan, menyelamatkan BTC tentu masyarakat pedagang yang berbeda di BTC akan tetap dapat memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada di BTC.

Sesuai perjanjian, pengelolaan BTC oleh pihak ketiga dengan Pemko Bukittinggi berakhir pada 2028 mendatang. 

Meski ada beberapa tahun lagi kontrak berakhir, namun jika legal opinion dari kejaksaan negeri turun akan mendapatkan kejelasan yang pasti tentang BTC.

"Kita tunggu legal opinion dari Kejari. Saat ini memang di BTC nol pendapatan. Mudah-mudahan jika legal opinion membolehkan BTC dikelola Pemko, tidak tertutup kemungkinan BTC berkontribusi pada PAD kota," ungkap Marfendi yang juga Ninik Mamak Kurai itu.

Untuk diketahui, setelah beroperasi selama beberapa tahun, pasar BTC dikabarkan belum berkontribusi untuk PAD kota Bukittinggi.

Upaya Pemko untuk melakukan penyelesaian ke pihak PT Citicon Mitra Bukittinggi (CMB) sebagai pengelola dan pihak terkait lainnya sudah dilakukan. Sampai saat ini, dikabarkan tagihan PBB-nya belum juga dapat diselesaikan.

BTC merupakan pusat pertokoan berlantai empat dan memunyai kurang lebih 1.012 kios berukuran 1,5 X 2 meter berlokasi di kawasan Pasar Bawah, di bangun di tanah aset Pemko Bukittinggi dengan luas sekitar 7 ribu meter persegi.

Halaman
Reporter: Yusrizal Karana
Editor: Haiqal Jibril
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar