Program Pinky Movement Jamin Ketersediaan Pasokan LPG Bagi UMKM

Jumat, 20 Mei 2022 18:06 WIB

Share
Program Pinky Movement Jamin Ketersediaan Pasokan LPG Bagi UMKM
Seorang pelaku usaha UMKM yang mengikuti program Pertamina (Foto Humas Pertamina)

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Program Pinky Movement dari PT Pertamina (Persero) dinilai mampu menjamin keamanan dan ketersediaan pasokan Liquified Petroleum Gas (LPG) di masyarakat khususnya UMKM. 

VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman mengatakan, jumlah pembelian gas yang tanpa dibatasi, membuat bisnis Mitra Binaan penggunaan LPG nonsubsidi berkembang sehingga pendapatannya meningkat.
  
“Saya ikut program Pinky Movement karena melihat suplai LPG yang mudah dan ada di mana-mana sehingga konsumen mudah mendapatkannya tanpa antre seperti gas bersubsidi. Kami juga bisa menyetok lebih dari satu," tutur Umar Fahrur Roji, pemilik Safira Studio/IB Ikdar di Serang, Banten, Jumat (20/5/2022).

"Selain itu, gas LPG terasa lebih awet dan tahan lama dibandingkan gas LPG bersubsidi," imbuhnya. 

Umar mengikuti program Pinky Movement sejak awal Maret 2022. Ia memiliki jenis usaha industri sepatu dan general konstruksi untuk renovasi rumah dan bangunan baru. 

Selama pandemi, program dari Pertamina ini sangat membantu pengembangan usaha sehingga pendapatannya terkerek. 

“Omset per bulan kami di angka Rp30 juta - Rp60 juta. Sebelum ikut Pinky Movement omset kotor sekitar Rp10 juta - Rp15 juta per bulan,” jelasnya.

Fajriyah mengatakan, Pertamina memerkenalkan program Pinky Movement sejak 2020. Program ini merupakan sebuah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. 

Hal itu dilakukan sebagai upaya perluasan jaringan distribusi resmi produk LPG Non-Public Service Obligation (NPSO) atau nonsubsidi melalui pembiayaan dan pembinaan usaha dalam rangka mendukung dan memastikan penggunaan LPG yang tepat sasaran, ungkap Fajriyah. 

Pada awal 2022, katanya, Pertamina memerkuat program ini dengan meluncurkan “New Pinky Movement".

Program ini sejak pertengahan Maret sudah memasuki fase pembinaan program. 

Halaman
1 2 3
Reporter: Yusrizal Karana
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar