Kasus Skimming Bank Nagari, Gubernur Imbau Masyarakat Tidak Panik

Sabtu, 14 Mei 2022 12:42 WIB

Share
Kasus Skimming Bank Nagari, Gubernur Imbau Masyarakat Tidak Panik
Foto Dinas Kominfotik Pemprov Sumbar

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Gubernur Mahyeldi mengimbau nasabah Bank Nagari agar tidak panik menghadapi masalah pencurian dana oleh seorang WNA menggunakan yang skimming, karena Bank Nagari telah memulai proses mengganti dana nasabah. 

"Demi keamanan dan kenyamanan bersama, saya mengimbau kepada seluruh nasabah Bank Nagari, untuk mengganti kartu ATM terbaru," ujar Gubernur saat menerima audiensi Direktur Bank Nagari, M. Irsyad, di Ruang Kerja Gubernuran, Jumat (13/5/2022).

"Kartu ATM baru kini dengan model chip, jadi melakukan transaksi tanpa menggunakan kartu (cardless) atau model transaksi lainnya," imbuhnya. 

Selain itu, gubernur juga mengapresiasi kesigapan Bank Nagari dalam menangani kasus tersebut. 

Guna mengantisipasi terulangnya tindak kejahatan cyber criminal yang menggunakan alat Skimming, pihak Bank Nagari telah memblokir seluruh proses transaksi berupa transfer dan tarik tunai yang dilakukan nasabah lain, yang masih menggunakan kartu magnetic stripe. 

Ia menjelaskan, aktivitas pelaku pencurian uang nasabah ini, terekam jelas di CCTV ATM yang terletak di tiga kawasan Kota Padang yaitu, Kawasan Aur Duri, Tarandam, dan Indarung. 

Irsyad melaporkan ada 141 nasabah Bank Nagari yang terdampak dari praktik pencurian yang menggunakan alat skimming tersebut. 

Seperti diketahui, magnetic stripe atau kartu strip magnetik merupakan kartu yang menggunakan pita magnetik sebagai media penyimpanan suatu data. Kartu ini digunakan berbagai bank untuk penarikan uang. 

Saat ini penggunaan kartu ATM pita magnetik akan dialihkan menggunakan kartu ATM chip, dan Irsyad mengimbau nasabah Bank Nagari untuk bertransaksi di mesin ATM Bank Nagari saja.

 

Halaman
1 2
Reporter: Yusrizal Karana
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar