Hindari Wabah PMK, Pemko Payakumbuh Terpaksa Tutup Pasar Ternak Sementara

Sabtu, 14 Mei 2022 20:25 WIB

Share
Hindari Wabah PMK, Pemko Payakumbuh Terpaksa Tutup Pasar Ternak Sementara
Suasana di Pasar Ternak Palangki

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh terpaksa menutup Pasar Ternak Kota Payakumbuh untuk sementara waktu hingga pemberitahuan selanjutnya. 

Hal ini disebabkan telah ditemukan kasus positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Pasar Ternak Palangki, Kabupaten Sijunjung,Provinsi Sumatra Barat serta untuk menghindari meluasnya kasus penyakit tersebut.

Riza Falepi mengeluarkan surat pemberitahuan Wali Kota Payakumbuh Nomor 579/719/Diperta-Pyk-2022 tentang pemberitahuan penutupan sementara pasar ternak yang berada di Kelurahan Koto Baru, Kecamatan Payakumbuh Timur tersebut berdasarkan, Surat Edaran Gubernur Sumatra Barat Nomor 559/EDIGSB 2022, tanggal 12 Mei 2022 tentang Pengendalian dan Penanggulangan terhadap ancaman masuk dan menyebarnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke dalam Wilayah Sumbar.

Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Depi Sastra mengatakan, betul, pihaknya menutup sementara Pasar Ternak untuk menghindari meluasnya kasus penyakit tersebut.

"Untuk sementara waktu Pasar Ternak Kota Payakumbuh terhitung mulai 15 Mei 2022 ditutup sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut," kata Depi Sastra didampingi Kabid Pertanian Sujarmen saat diwawancara media, Sabtu (14/5/2022).

Depi menjelaskan, terkait penutupan sementara pasar ternak Payakumbuh, pihaknya di perintahkan wali kota untuk bekerjasama dengan bantuan polres Payakumbuh dan Pol PP untuk membentuk Gugus tugas penanganan wabah PMK dengan membentuk Unit respon Cepat  (URC) dan posko pengendalian dan penangulangan PMK karena indikasi penyakit ternak yang sudah menyebar.

"Untuk melaksanakan pencegahan terhadap sapi yang sudah ada saat ini sebagai stock untuk kita di Payakumbuh, perlu sosialisasi ke lapangan serta menyemprotkan langsung ke lokasi peternakan sapi Endi Dt. Majo Lobiah di Kecamatan Latina," jelasnya. 

 

 

Pihaknya bergerak cepat untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penyebaran, karena di sini belum ada vaksin untuk ternak yang terkontaminasi oleh penyakit tersebut serta menugaskan dokter hewan untuk melakukan pengawasan terhadap ternak yang diperjualbelikan di pasar ternak.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Local
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar