Staf Ahli Sebut Kota Payakumbuh Tidak Termasuk Lokus Stunting

Jumat, 13 Mei 2022 10:51 WIB

Share
Staf Ahli Sebut Kota Payakumbuh Tidak Termasuk Lokus Stunting
Pemko Payakumbuh mengikuti apel siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak secara daring (Foto: Dinas Kominfo Kota Payakumbuh)

Ia mengatakan, risiko stunting bisa dialami siapa saja, bahkan bayi sehat memiliki risiko bila gizinya tidak diperhatikan.

"Kita mengimbau masyarakat agar jangan lengah dan anggap sepele dengan asupan gizi anak, karena hari ini sehat besok belum tentu," imbuh Agustion. 

Ia menyebut, ada banyak risiko stunting yang bisa saja terjadi jika orangtua tidak memerhatikan tumbuh kembang anaknya. 

Makanya, nanti tim pendamping akan memantau dan membina apabila ditemukan kasus di lapangan. 

"Kami harap masyarakat bisa terbuka saat tim pendamping mendatangi rumahnya, karena ini demi baiknya tumbuh kembang anak-anak generasi penerus di kota kita," sebutnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Yunimar menambahkan, BKKBN telah mencanangkan program ini pada pertengahan 2021. 

Tim pendamping keluarga terdiri dari Kader PKK, KB, dan Bidan se-Kota Payakumbuh, jumlahnya sekitar 276 orang dengan 92 kelompok, satu kelompok berisi tiga orang.

"Program ini sangat kita dukung karena juga sejalan dengan Visi-Misi Wali Kota 2017-2022, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang handal, sehat, dan kompetitif," tuturnya. 

Jauh sebelum ini, katanya, upaya mencegah stunting telah dilaksanakan dengan program strategis bersama stake holder terkait. 

Ketua TP-PKK Henny Riza Falepi begitu gigih untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga masyarakat di Kota Payakumbuh, imbuh Yunimar. (Warman)

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar