Staf Ahli Sebut Kota Payakumbuh Tidak Termasuk Lokus Stunting

Jumat, 13 Mei 2022 10:51 WIB

Share
Staf Ahli Sebut Kota Payakumbuh Tidak Termasuk Lokus Stunting
Pemko Payakumbuh mengikuti apel siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak secara daring (Foto: Dinas Kominfo Kota Payakumbuh)

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Staf Ahli Wali Kota Payakumbuh Elfriza Zaharman menegaskan, Kota Payakumbuh tidak termasuk lokus stunting, karena di kotanya tidak ada anak yang tumbuh kembangnya bermasalah apalagi berisiko stunting. 

"Alhamdulillah di kota kita tak ada anak yang tumbuh kembangnya bermasalah," ucapnya usai menghadiri apel siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak yang digelar BKKBN secara daring, berpusat di alun-alun Kabupaten Subang, Jabar.

Staf ahli yang juga wakil ketua TP PKK Elfriza Zaharman menghadiri kegiatan itu di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kamis (12/5/2022). 

Ia termasuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), bersama Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PUPR, dan Dinas LH, serta Tim Pendamping Keluarga se-Kota Payakumbuh.

Elfriza mengatakan, Pemko Payakumbuh tetap berkomitmen memercepat penurunan stunting, walaupun kota ini bukan lokus stunting.

"Alhamdulillah di kota kita tak ada anak yang tumbuh kembangnya bermasalah, apabila ada yang berisiko stunting, kita langsung intervensi melalui tim," ucapnya. 

Apalagi timnya mendapat dukungan penuh dari stake holder terkait dan PKK di lapangan, imbuh wanita yang akrab disapa Cece itu.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB AH. Agustion menyampaikan, SK tim pendamping ini sudah keluar sejak awal 2022, tugas mereka di kelurahan, membantu pendataan keluarga berisiko stunting

Selain itu, mendampingi, memberikan masukan, memonitor, dan membina supaya tidak ada bertambah kasus stunting maupun risiko stunting di masyarakat.

"Kita di OPD hanya terkait dengan pencegahan, sementara, apabila sudah ada yang mengalami stunting, maka itu sudah menjadi kewenangan dinas kesehatan. Jadi kita banyak melakukan koordinasi," ucap Agustion.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler