Mushalla Muhammad Noer Bakal Jadi Destinasi Wisata Religi di Padang Panjang

Kamis, 7 April 2022 08:36 WIB

Share
Mushalla Muhammad Noer Bakal Jadi Destinasi Wisata Religi di Padang Panjang

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Kota Padang Panjang bakal menambah koleksi objek wisata religinya. Selain Masjid Asasi di Sigando, Islamic Center, Masjid Raya Jihad, serta Masjid Jami' Nurul Huda di Silaing Bawah, mushalla baru ini diyakini bakal menjadi tempat ibadah sekaligus destinasi wisata. 

Mushalla yang saat ini masih dalam proses pembangunan itu, berdiri kokoh dan indah di Jalan Bagindo Azis Chan, Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat. Mushalla ini diberi nama Muhammad Noer. Merupakan nama orang tua dari hamba Allah, perantau asal Tanah Hitam di Jakarta yang membangun rumah ibadah ini.

Mushalla yang dibangun pribadi ini, diperuntukkan sebagai sarana ibadah bagi warga sekitar dan masyarat luas. Berdiri di atas tanah seluas kurang lebih 300 meter persegi, keindahan fisik bangunan sudah tampak dari bagian luar. 

Bangunan mushalla dengan dinding bercorak yang didominasi warna putih, dilengkapi kubah dan dua menara. Dilihat sekilas, hampir serupa Masjid Al Hakim di tepi Pantai Padang yang bak Taj Mahal di India sana.   

Dibangun sejak pertengahan 2019 lalu, namun sempat terhenti akibat pandemi. Dikarenakan pekerja yang didatangkan dari Pulau Jawa tidak bisa kembali. Saat ini, pembangunannya dalam proses finishing. Diperkirakan dalam waktu dekat ini sudah rampung dan akan segera diresmikan.

Afrizul Chandra yang sehari-hari bertindak sebagai koordinator pembangunan sekaligus konseptor pembangunan mushalla ini, mengatakan, dari awal pembangunannya, mushalla ini memakai konsep bangunan yang kokoh.

"Sebagai sarana umum, dari konsep bangunan dan lokasi, kita berharap mushalla ini nyaman dan ramah bagi lansia," katanya, Rabu (6/4/2022).

Menggunakan konsep hemat listrik dengan mengoptimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang bagus, sehingga tidak perlu memakai pendingin udara. Ruangan mushalla berukuran 9 x 7 meter, dengan dua pintu masuk di kiri dan kanan bangunan menggunakan plat cutting yang juga buat sirkulasi udara masuk dan keluar.

"Kita sangat memperhatikan semua kualitas bangunan, lantai luar yang tidak licin dan dibikin agak miring, menghindari genangan air di lantai, kemudian di samping itu, kita juga menjaga kualitas tempat wudhu' dengan tekanan air yang keluar sama setiap kran,” jelasnya.

Sampai saat ini, proses pembangunannya sudah menelan biaya sekitar Rp 1,8 miliar dan diperkirakan akan menghabiskan biaya sekitar Rp2 miliar sampai selesai pembangunan nanti.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar