Dokter Spesialis Paru: Jika tidak Segera Ditangani, TBC dapat Berakibat Fatal

Kamis, 24 Maret 2022 23:17 WIB

Share
Dokter Spesialis Paru: Jika tidak Segera Ditangani, TBC dapat Berakibat Fatal
Foto: Dinas Kominfo Kota Padang Panjang

SUMBAR.POSKOTA.CO.ID - Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri. TBC umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

Dokter Spesialis Paru pada RSUD Padang Panjang, dr. Yenny Muchtar, Sp. P-FISR mengatakan, penyakit ini dapat berakibat fatal bagi penderitanya jika tidak segera ditangani.

"Meski begitu, TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan dan bisa dicegah," katanya, Kamis (24/3/2022). 

Menurut laporan penemuan dan pengobatan pasien TBC, Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, pada semua Fasilitas pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di Kota Padang Panjang pada tahun 2021, terdapat 141 pasien baru, dua pasien kambuh, dua pasien dengan riwayat pengobatan TBC selain kambuh (diobati) setelah Loos To Follow Up diobati setelah gagal. Lalu 159 pasien tidak diketahui riwayat pengobatan TB sebelumnya.

Lanjut Yenny, penularan TBC terjadi ketika seseorang tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) saat seseorang yang terinfeksi TBC bersin atau batuk.

"Oleh sebab itu, risiko penularan penyakit ini lebih tinggi pada orang yang tinggal serumah dengan penderita TBC," jelasnya. 

Ia menambahkan, TBC pada paru-paru akan menimbulkan gejala berupa batuk lebih dari tiga minggu yang dapat disertai dahak atau darah. Selain itu, penderita juga akan merasakan gejala lain, seperti demam, nyeri dada dan berkeringat di malam hari.

"Pengobatan TBC adalah dengan mengonsumsi obat sesuai dosis dan anjuran dari dokter," imbuh Yenny. 

TBC dapat dicegah dengan vaksin Bacillus Calmette–Guérin (BCG). Pemberian vaksin ini disarankan sebelum bayi berusia dua bulan. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit dan memakai masker saat berada di tempat ramai.

"Selain itu, dengan meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, makanan bergizi dan seimbang," terangnya. (Warman)

Reporter: Admin Local
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar